PKBM INSAN DESA

Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang

  • HOME
  • KELEMBAGAAN
    • Profil
    • Visi Misi
    • Program
    • Akreditasi
  • AKADEMIK
    • RKJM
    • RKT
    • Kurikulum
    • Kalender Pendidikan
  • LAYANAN
    • Layanan Pendidikan
    • Aplikasi Siswa
    • E Perpus
    • Al Quran Digital
  • PUBLIKASI
    • Artikel & Berita
    • Foto
    • Video
    • TV
  • PENDAFTARAN
Reading: Mahasiswa KKN UIN SGD Bandung Edukasi Warga Belajar PKBM Insan Desa tentang Tantangan Demokrasi di Era Digital
Share
Notification Show More
Font ResizerAa

PKBM INSAN DESA

Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang

Font ResizerAa
  • Home
  • Kelembagaan
  • Aktifitas
  • Aplikasi
  • Daftar
  • Foto
  • Video
Search
  • HOME
  • KELEMBAGAAN
    • Profil
    • Visi Misi
    • Program
    • Akreditasi
  • AKADEMIK
    • RKJM
    • RKT
    • Kurikulum
    • Kalender Pendidikan
  • LAYANAN
    • Layanan Pendidikan
    • Aplikasi Siswa
    • E Perpus
    • Al Quran Digital
  • PUBLIKASI
    • Artikel & Berita
    • Foto
    • Video
    • TV
  • PENDAFTARAN
Have an existing account? Sign In
Follow US
PKBM INSAN DESA > Blog > BERITA > Mahasiswa KKN UIN SGD Bandung Edukasi Warga Belajar PKBM Insan Desa tentang Tantangan Demokrasi di Era Digital
BERITA

Mahasiswa KKN UIN SGD Bandung Edukasi Warga Belajar PKBM Insan Desa tentang Tantangan Demokrasi di Era Digital

admin
Last updated: Juli 30, 2026 10:31 pm
admin
Published: Juli 30, 2026
Share
SHARE

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menggelar kegiatan pembelajaran interaktif bertajuk “Suara Rakyat, Tanggung Jawab Bersama: Demokrasi” di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Insan Desa, Kamis (30/7/2026).

Pembelajaran ini secara khusus menyoroti subtema Tantangan Demokrasi di Era Digital untuk membekali warga belajar dengan pemahaman nilai-nilai demokrasi dan kecakapan bermedia sosial.

Dipandu oleh narasumber Ronal Saputra dan Muhammad Haikal, materi diawali dengan mengulas esensi dasar demokrasi yang berakar dari kata demos (rakyat) dan kratos (kekuasaan), di mana rakyat memiliki hak penuh untuk menentukan keputusan bersama. Kendati demikian, masuknya era digital membawa tantangan kompleks yang berpotensi mencederai nilai-nilai tersebut.

Dalam pemaparannya, Ronal Saputra membeberkan lima tantangan utama demokrasi di ruang siber saat ini, yaitu maraknya penyebaran hoaks, meningkatnya polarisasi, maraknya aksi cyberbullying, maraknya ujaran kebencian (hate speech), serta masih rendahnya tingkat literasi digital.

“Media sosial dapat memperkuat demokrasi, tetapi juga dapat merusaknya apabila digunakan tanpa tanggung jawab. Demokrasi bukan hanya hak memilih, melainkan juga tanggung jawab dalam menjaga keputusan bersama,” tegas Ronal.

Sesi pembelajaran juga berlangsung dinamis melalui bedah studi kasus riil. Para peserta diajak menganalisis dinamika pasca-pemilihan—seperti contoh kasus pemilihan ketua kelas secara voting di mana pihak yang kalah justru menyebarkan ejekan di media sosial. Dari studi kasus ini, warga belajar diajak memahami bentuk penyimpangan demokrasi digital sekaligus mempraktikkan penyelesaian masalah yang sesuai dengan prinsip Demokrasi Pancasila, seperti mengutamakan musyawarah, menjunjung keadilan, menghormati HAM, dan menjaga persatuan.

Sementara itu, Muhammad Haikal memaparkan lima peran kunci yang harus diambil oleh pelajar dan warga belajar dalam merawat demokrasi, yaitu: berani berpendapat, menghormati pendapat orang lain, berpikir kritis, aktif dalam organisasi, serta bijak menggunakan media sosial.

Kepala PKBM Insan Desa, Nina Mulyani, S.Kom., memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi edukatif bersama mahasiswa KKN UIN SGD Bandung. Menurutnya, edukasi literasi digital dan demokrasi sangat krusial diberikan di lingkungan pendidikan nonformal.

“Pendidikan di PKBM tidak hanya fokus pada capaian akademis, tetapi juga penguatan mental dan karakter. Pembelajaran ini membekali warga belajar kami agar tidak mudah terprovokasi hoaks, berani bersuara secara etis, dan mampu menerapkan budaya musyawarah dalam kehidupan sehari-hari maupun di media sosial,” tutur Nina.

Kegiatan diakhiri dengan penekanan bahwa demokrasi sejatinya tidak hanya hidup di dalam bilik suara saat pemilu. Demokrasi yang sehat tercermin dari sikap saling menghormati, mengedepankan dialog, serta bertanggung jawab atas keputusan bersama—baik di ruang nyata maupun ruang digital.

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Dead0
Wink0
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find Us on Socials

Informasi Terbaru

FORHATI Sumedang dan PKBM Insan Desa Gelar Edukasi Ketahanan Keluarga, Tangkal Bahaya Perilaku Menyimpang
BERITA
VIDEO CUPLIKAN KESERUAN MPLS TA 2026/2027 PKBM INSAN DESA
VIDEO VIDEO KEG
VIDEO PEMBUKAAN MPLS TA 2026/2027 PKBM INSAN DESA | Sambut Warga Belajar Baru
VIDEO VIDEO KEG
Tari “Nyi Ratu” Sambut Wakil Bupati Sumedang | Penampilan Insan Herliana – PKBM Insan Desa
VIDEO VIDEO KEG
Prosesi Upacara Adat Sunda – Warga Belajar PKBM Insan Desa | Pelepasan TA 2025/2026
VIDEO VIDEO KEG
Follow US
© 2026 PKBM INSAN DESA. HAK CIPTA DILINDUNGI.
  • Home
  • Profil
  • Program
  • Kurikulum
  • Artikel
  • Ruang Belajar
  • Ruang Ngaji
  • Perpustakaan
  • Video
  • Photo
  • Pengumuman
  • Contact
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?