Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/PKBM Insan Desa kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan pendidikan kesetaraan yang berkualitas. Bekerja sama dengan lintas sektoral, PKBM ini sukses menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) di Lapangan Outbond Cibubut, Desa Jayamekar, Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang, pada Sabtu (29/8) hingga Minggu (30/8/2026).
Sebanyak kurang lebih 80 Warga Belajar dari program Paket B dan Paket C antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang didesain khusus untuk menggembleng mental, karakter, dan kedisiplinan tersebut.
Kepala PKBM Insan Desa, Nina Mulyani, S.Kom., dalam pidato arahannya menegaskan bahwa esensi pendidikan kesetaraan tidak sekadar mengejar ketertinggalan akademik atau memperoleh ijazah.
“Melalui LDKS dan Persami ini, kami tidak hanya membekali Warga Belajar dengan pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga menanamkan jiwa kepemimpinan, kemandirian, dan kedisiplinan di lapangan. Harapannya, Warga Belajar Paket B dan C memiliki mental yang tangguh, tanggap, dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi saat terjun langsung ke masyarakat,” tegas Nina Mulyani.
Inisiatif pembentukan karakter yang holistik ini mendapat apresiasi penuh dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumedang. Penilik Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Disdik Sumedang, Patwudin, A.Ma.Pd., yang hadir memantau kegiatan, memuji langkah progresif PKBM Insan Desa.
“Kami dari Dinas Pendidikan sangat mengapresiasi langkah nyata PKBM Insan Desa. Pendidikan non-formal memiliki tanggung jawab yang sama besarnya dalam mencetak generasi berkualitas. LDKS dan perkemahan ini menjadi bukti nyata bahwa Warga Belajar kita juga mendapatkan gemblengan karakter yang luar biasa agar kelak menjadi warga negara yang disiplin dan berguna,” ujar Patwudin.
Guna menghadirkan pelatihan yang berbobot, panitia menghadirkan instruktur gabungan yang kompeten di bidangnya. Untuk urusan kedisiplinan, mentalitas, dan Peraturan Baris Berbaris (PBB), PKBM Insan Desa menggandeng langsung aparat dari Koramil dan Polsek Cibugel.

Sementara itu, porsi materi krusial mengenai Kepemimpinan, Keorganisasian, dan Kepanduan dikupas secara detail dan atraktif oleh Kang Kobra. Sosok aktivis sekaligus Pelatih Paskibra Kecamatan Cibugel ini sukses memompa semangat peserta untuk berani mengambil keputusan, memahami dinamika organisasi, dan membangun jiwa korsa.
Melengkapi materi kepanduan, teknik Kepramukaan secara khusus disampaikan dan dipandu oleh tutor andal PKBM, yakni Syamsi Khostaman, M.M., dan Siti Mariyam, S.Pd. Tak hanya itu, sebagai bekal kecakapan hidup dalam situasi kedaruratan, Tutor Diding Sutardi, S.P., memaparkan materi dasar Palang Merah dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Diding mengajak peserta mempraktikkan langsung cara penanganan medis dasar hingga evakuasi ringan.
Malam Puncak: Api Unggun dan Unjuk Kabisa
Antusiasme peserta mencapai puncaknya pada Sabtu (29/8) malam. Di tengah sejuknya udara malam Cibugel, panitia menggelar tradisi penyalaan Api Unggun yang berlangsung khidmat, menyimbolkan semangat yang terus menyala dalam menuntut ilmu.
Usai upacara Api Unggun, suasana berubah semarak dengan digelarnya sesi ‘Unjuk Kabisa’ (pentas seni dan bakat). Pada sesi ini, setiap regu Warga Belajar ditantang untuk tampil percaya diri mempersembahkan kreativitas mereka, mulai dari yel-yel, puisi, bernyanyi, hingga kabaret drama. Gelak tawa dan tepuk tangan mewarnai malam keakraban tersebut, yang menjadi sarana ampuh untuk mencairkan ketegangan sekaligus mempererat solidaritas antar peserta.
Setelah beristirahat, kegiatan pada Minggu (30/8) dini hari dilanjutkan dengan pembinaan spiritual. Para Warga Belajar mengikuti Kuliah Subuh yang dipimpin oleh Ustad Aceng. Siraman rohani ini diberikan untuk memperkuat pondasi iman dan moral peserta sebelum seluruh rangkaian LDKS dan Persami resmi ditutup.
Melalui perpaduan materi fisik, intelektual, dan spiritual ini, PKBM Insan Desa menargetkan para lulusannya kelak tak hanya cerdas dan mengantongi ijazah, namun juga berkarakter, peduli sesama, dan siap berkontribusi di tengah tantangan zaman.