SUMEDANG — Majelis Daerah Forum Alumni HMI Wati (MD FORHATI) Kabupaten Sumedang berkolaborasi dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Insan Desa menggelar kegiatan sosialisasi edukatif bertajuk “Melindungi Fitrah, Merawat Masa Depan: Edukasi Penanggulangan Bahaya LGBT dan Penguatan Ketahanan Keluarga”. Acara tersebut berlangsung di Aula Sekretariat PKBM Insan Desa, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah preventif dalam merespons dinamika sosial serta menjaga benteng moral generasi muda di wilayah perdesaan, khususnya di Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang.

Hadir sebagai narasumber utama, Anggota MD FORHATI Kabupaten Sumedang sekaligus Pendamping Sosial Kecamatan Cibugel, Siti Nurhayat, S.S. Dalam pemaparannya, Siti menyoroti pentingnya pendekatan holistik—meliputi sudut pandang kesehatan, sosial, keagamaan, dan psikologis—dalam memahami serta menangkal dampak perilaku menyimpang.
“Pencegahan bahaya LGBT dan degradasi moral tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan hukum formal. Benteng terkuat berawal dari keluarga dan lingkungan sosial terdekat. Melalui edukasi yang tepat, masyarakat diharapkan dapat mendeteksi dini faktor risiko, menjaga kesehatan reproduksi, serta memberikan perlindungan emosional yang sehat bagi anak-anak kita,” tegas Siti di hadapan para peserta.
Sementara itu, Kepala PKBM Insan Desa, Nina Mulyani, S.Kom., menegaskan komitmen lembaga pendidikan nonformal dalam mendukung pembentukan karakter warga belajar yang berintegritas dan memegang teguh nilai-nilai keagamaan maupun adat.
“PKBM tidak hanya berfokus pada kesetaraan akademis, tetapi juga bertanggung jawab atas pembentukan moral dan mental warga belajar. Sinergi bersama FORHATI ini menjadi ruang edukasi strategis agar warga belajar dan masyarakat memiliki pemahaman kritis serta benteng diri yang kokoh di tengah arus informasi digital yang makin tanpa batas,” ujar Nina.
Kegiatan yang berlangsung dinamis ini dihadiri puluhan peserta yang terdiri dari warga belajar PKBM Insan Desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan kader lokal. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi interaktif, yang membahas langkah-langkah praktis pengawasan anak di era digital serta penguatan peran tokoh masyarakat dalam menjaga norma lingkungan.
Melalui sosialisasi ini, MD FORHATI Kabupaten Sumedang dan PKBM Insan Desa berharap model edukasi berbasis komunitas ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan demi terwujudnya lingkungan masyarakat yang sehat, berfitrah, dan berdaya saing tinggi. (Asj)