Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menggelar kegiatan pembelajaran interaktif bertajuk “Suara Rakyat, Tanggung Jawab Bersama: Demokrasi” di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Insan Desa, Kamis (30/7/2026).
Pembelajaran ini secara khusus menyoroti subtema Tantangan Demokrasi di Era Digital untuk membekali warga belajar dengan pemahaman nilai-nilai demokrasi dan kecakapan bermedia sosial.
Dipandu oleh narasumber Ronal Saputra dan Muhammad Haikal, materi diawali dengan mengulas esensi dasar demokrasi yang berakar dari kata demos (rakyat) dan kratos (kekuasaan), di mana rakyat memiliki hak penuh untuk menentukan keputusan bersama. Kendati demikian, masuknya era digital membawa tantangan kompleks yang berpotensi mencederai nilai-nilai tersebut.

Dalam pemaparannya, Ronal Saputra membeberkan lima tantangan utama demokrasi di ruang siber saat ini, yaitu maraknya penyebaran hoaks, meningkatnya polarisasi, maraknya aksi cyberbullying, maraknya ujaran kebencian (hate speech), serta masih rendahnya tingkat literasi digital.
“Media sosial dapat memperkuat demokrasi, tetapi juga dapat merusaknya apabila digunakan tanpa tanggung jawab. Demokrasi bukan hanya hak memilih, melainkan juga tanggung jawab dalam menjaga keputusan bersama,” tegas Ronal.
Sesi pembelajaran juga berlangsung dinamis melalui bedah studi kasus riil. Para peserta diajak menganalisis dinamika pasca-pemilihan—seperti contoh kasus pemilihan ketua kelas secara voting di mana pihak yang kalah justru menyebarkan ejekan di media sosial. Dari studi kasus ini, warga belajar diajak memahami bentuk penyimpangan demokrasi digital sekaligus mempraktikkan penyelesaian masalah yang sesuai dengan prinsip Demokrasi Pancasila, seperti mengutamakan musyawarah, menjunjung keadilan, menghormati HAM, dan menjaga persatuan.
Sementara itu, Muhammad Haikal memaparkan lima peran kunci yang harus diambil oleh pelajar dan warga belajar dalam merawat demokrasi, yaitu: berani berpendapat, menghormati pendapat orang lain, berpikir kritis, aktif dalam organisasi, serta bijak menggunakan media sosial.
Kepala PKBM Insan Desa, Nina Mulyani, S.Kom., memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi edukatif bersama mahasiswa KKN UIN SGD Bandung. Menurutnya, edukasi literasi digital dan demokrasi sangat krusial diberikan di lingkungan pendidikan nonformal.
“Pendidikan di PKBM tidak hanya fokus pada capaian akademis, tetapi juga penguatan mental dan karakter. Pembelajaran ini membekali warga belajar kami agar tidak mudah terprovokasi hoaks, berani bersuara secara etis, dan mampu menerapkan budaya musyawarah dalam kehidupan sehari-hari maupun di media sosial,” tutur Nina.
Kegiatan diakhiri dengan penekanan bahwa demokrasi sejatinya tidak hanya hidup di dalam bilik suara saat pemilu. Demokrasi yang sehat tercermin dari sikap saling menghormati, mengedepankan dialog, serta bertanggung jawab atas keputusan bersama—baik di ruang nyata maupun ruang digital.