SUMEDANG — Suasana Kantor Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang, mendadak riuh oleh kehadiran rombongan siswa. Namun, ini bukanlah aksi unjuk rasa. Rombongan tersebut adalah pengurus dan anggota Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Insan Desa yang tengah melaksanakan agenda pembelajaran lapangan (Field Trip).
Kedatangan para siswa pendidikan kesetaraan ini disambut hangat secara langsung oleh Camat Cibugel, Drs. Wawan Setiawan, M.Si. Dalam kunjungan edukatif tersebut, OSIS PKBM Insan Desa menggelar audiensi interaktif dengan pucuk pimpinan wilayah Kecamatan Cibugel.

Tujuan utama dari “serbuan” positif ini rupanya sangat krusial, yakni untuk menggali wawasan secara langsung terkait sistem pemerintahan, dinamika birokrasi, serta mekanisme pelayanan publik yang berjalan di tingkat kecamatan hingga tataran desa.
Kepala PKBM Insan Desa, Nina Mulyani, S.Kom., yang mendampingi langsung rombongan tersebut, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan siswa.
“Kami ingin warga belajar PKBM Insan Desa memiliki cakrawala berpikir yang luas dan tidak hanya berkutat pada teori di dalam kelas. Melalui audiensi langsung dengan pihak kecamatan, mereka dapat melihat nyata bagaimana sebuah kebijakan publik diimplementasikan dan bagaimana pelayanan kepada masyarakat dijalankan. Ini adalah modal berharga bagi mereka untuk menjadi warga negara yang kritis, solutif, dan melek administrasi di lingkungan mereka sendiri,” jelas Nina Mulyani.
Camat Cibugel, Drs. Wawan Setiawan, M.Si., dalam pemaparannya juga memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif ini. Beliau menjelaskan secara runut mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pemerintah kecamatan, tata cara pelayanan administrasi masyarakat, hingga bagaimana pemerintah kecamatan bersinergi dengan pemerintah desa dalam membangun wilayah.
“Kami sangat menyambut baik dan bangga dengan inisiatif adik-adik OSIS PKBM Insan Desa. Ini adalah bentuk pendidikan kewarganegaraan yang sangat nyata dan aplikatif. Warga belajar tidak hanya menghafal teori dari modul pelajaran, tetapi langsung turun ke lapangan, melihat sistem kerja kami, dan berdialog langsung dengan para pelayan masyarakat,” ungkap Wawan Setiawan di ruang audiensi.
Melalui dialog yang interaktif, perwakilan OSIS tampak antusias melontarkan berbagai pertanyaan seputar alur birokrasi pelayanan, penyelesaian masalah warga, hingga inovasi yang dilakukan oleh pemerintah kecamatan.
Hal ini membuktikan bahwa siswa pendidikan kesetaraan di PKBM Insan Desa memiliki daya nalar kritis dan kepedulian sosial yang tinggi terhadap ekosistem pemerintahan di lingkungan tempat tinggalnya. Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen PKBM Insan Desa dalam menghadirkan metode pembelajaran yang memadukan kecerdasan akademik dengan wawasan praktis yang bermanfaat bagi masa depan para warga belajar.
Lihat postingan ini di Instagram