Sumedang – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/ PKBM Insan Desa resmi membuka rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Jumat (17/7/2026). Kegiatan dimulai dengan Pra MPLS dan Assesmen Diagnostik, yang berlangsung di Aula Sekretariat PKBM Insan Desa, Desa Cibugel, Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang.
Sebanyak sekitar 50 peserta didik baru mengikuti kegiatan pembukaan MPLS yang terdiri atas peserta Program Pendidikan Kesetaraan Paket B dan Paket C. Dari jumlah tersebut, peserta didik baru Paket C menjadi kelompok yang paling dominan.
Pelaksanaan MPLS di PKBM Insan Desa mengadaptasi semangat MPLS Ramah sebagaimana tertuang dalam panduan yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Panduan tersebut menegaskan bahwa MPLS merupakan kegiatan awal untuk menumbuhkan karakter, memperkenalkan lingkungan belajar, serta memberikan pengalaman belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.
Kepala PKBM Insan Desa, Nina Mulyani, S.Kom., mengatakan bahwa MPLS merupakan langkah awal dalam membangun motivasi belajar sekaligus memperkenalkan budaya belajar di lingkungan PKBM kepada seluruh warga belajar baru.
“Kami ingin seluruh peserta didik baru merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar PKBM Insan Desa. MPLS menjadi momentum untuk membangun semangat belajar, mengenalkan budaya satuan pendidikan, serta menumbuhkan karakter yang positif sejak hari pertama,” ujar Nina Mulyani.
Menurutnya, pendidikan kesetaraan tidak hanya memberikan layanan akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja, pendidikan lanjutan, maupun kehidupan bermasyarakat.

Suasana pembukaan berlangsung hangat dan penuh antusias. Para peserta didik baru tampak mengikuti setiap rangkaian kegiatan mulai dari registrasi, pembukaan resmi, pengenalan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, hingga pemaparan program pendidikan yang akan dijalani selama satu tahun ajaran.
Menariknya, penyelenggaraan MPLS tahun ini turut melibatkan peserta didik senior Program Paket C kelas XI dan XII sebagai panitia pelaksana. Mereka bertugas membantu proses registrasi, pendampingan peserta baru, pengaturan kegiatan, hingga memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib.
Keterlibatan peserta didik senior tersebut sejalan dengan prinsip partisipatif dalam penyelenggaraan MPLS Ramah. Dalam panduan Kemendikdasmen dijelaskan bahwa apabila panitia mengalami keterbatasan, pelaksanaan MPLS dapat dibantu oleh peserta didik yang memiliki kemampuan interpersonal baik, berprestasi, serta tidak memiliki riwayat melakukan kekerasan atau perundungan.
Selama pelaksanaan MPLS, peserta didik baru akan dikenalkan dengan lingkungan belajar PKBM, tenaga pendidik, tata tertib, budaya belajar, layanan pendidikan, hingga berbagai program pengembangan keterampilan dan karakter yang menjadi ciri khas PKBM Insan Desa.
Selain itu, materi yang disampaikan juga mengadaptasi nilai-nilai utama MPLS Ramah Kemendikdasmen, di antaranya penguatan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pembiasaan budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S), literasi digital dan etika bermedia sosial, budaya sekolah yang aman, sehat, bersih, dan indah (ASRI), serta penguatan hubungan antarpeserta didik melalui Gerakan Rukun Sama Teman.
Kemendikdasmen dalam panduan MPLS Ramah juga menegaskan bahwa kegiatan MPLS harus diselenggarakan secara humanis, inklusif, nondiskriminatif, mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak, serta bebas dari praktik perpeloncoan, kekerasan, maupun pungutan yang memberatkan peserta didik.
Melalui pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 ini, PKBM Insan Desa berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar, mengenali potensi diri, serta memiliki motivasi tinggi untuk menyelesaikan pendidikan kesetaraan sebagai bekal meningkatkan kualitas hidup dan masa depan.
Lihat postingan ini di Instagram