SUMEDANG — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Insan Desa kembali menunjukkan komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan nonformal yang berkualitas dan adaptif. Institusi pendidikan ini sukses menyelenggarakan Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) yang merupakan ujian akhir sekaligus penentu kelulusan bagi warga belajar Kelas 12 Program Paket C (Setara SMA).
Berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, UPK kali ini diselenggarakan dengan menerapkan sistem blended learning. Sistem ini mengombinasikan pelaksanaan ujian secara tatap muka (luring) dan secara dalam jaringan (daring) memanfaatkan aplikasi Computer Based Test (CBT).

Berdasarkan data penyelenggara, rangkaian ujian dibagi ke dalam dua gelombang pelaksana. Pelaksanaan UPK secara langsung telah sukses dan tertib diselenggarakan pada tanggal 14 hingga 16 April 2026, bertempat di Gedung PKBM Insan Desa, Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang.
Sementara itu, untuk mengakomodasi warga belajar yang memiliki kendala geografis, urusan pekerjaan, atau berhalangan hadir pada jadwal utama, pihak sekolah membuka gelombang ujian daring dan susulan. Gelombang kedua ini tengah berlangsung sejak tanggal 20 April dan akan berakhir pada 22 April 2026 melalui sistem CBT yang telah disiapkan oleh tim IT sekolah.
Hingga berita ini diterbitkan, tercatat sebanyak 104 warga belajar Kelas 12 Paket C telah mengikuti rangkaian ujian kelulusan ini, baik melalui jalur luring maupun daring.
Kepala PKBM Insan Desa, Nina Mulyani, S.Kom., menjelaskan bahwa penerapan skema blended dan digitalisasi ujian ini merupakan bentuk pelayanan prima dari institusi agar seluruh hak pendidikan warga belajar terpenuhi.
“Kami menyadari dinamika yang dihadapi oleh warga belajar pendidikan kesetaraan. Sebagian besar dari mereka sudah bekerja atau memiliki tanggung jawab keluarga. Oleh karena itu, pemanfaatan aplikasi CBT untuk ujian daring menjadi solusi cerdas agar mereka tetap bisa mengikuti ujian kelulusan dengan standar integritas yang tetap terjaga,” ungkap Nina.
Lebih lanjut, Nina menegaskan bahwa sistem CBT yang digunakan telah dirancang sedemikian rupa untuk meminimalisasi kendala teknis dan mencegah tindak kecurangan, sehingga output nilai yang dihasilkan benar-benar merepresentasikan kemampuan akademik siswa.
Kesuksesan pelaksanaan UPK ini menuai apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari warga belajar itu sendiri yang merasa dimudahkan dengan fleksibilitas metode ujian. Melalui kelulusan 104 siswa ini, PKBM Insan Desa berharap dapat terus mencetak lulusan Paket C yang berdaya saing tinggi, mandiri, dan siap terjun ke dunia kerja maupun melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
Lihat postingan ini di Instagram