Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Insan Desa menyelenggarakan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H di Aula Sekretariat PKBM Insan Desa, Jumat (16/1/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini mengangkat tema aktual “Menata Niat di Dunia Maya: Inspirasi Perjalanan Nabi dalam Menciptakan Lingkungan Digital yang Sehat, Jujur, dan Bermartabat.”
Kepala PKBM Insan Desa, Nina Mulyani, S.Kom., menjelaskan bahwa pemilihan tema tersebut didasari oleh urgensi literasi digital di kalangan masyarakat. Menurutnya, spirit Isra Mi’raj harus dikontekstualisasikan dengan tantangan zaman, di mana ruang digital kini menjadi area yang tak bisa dihindari.
“Peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar sejarah, melainkan sumber inspirasi. Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa adab dan akhlak tidak hanya berlaku di dunia nyata, tetapi juga harus tercermin saat kita berselancar di dunia maya,” ujar Nina dalam sambutannya.
Hadir sebagai penceramah utama, Hj. Karmilah, S.Ag., M.Sos., yang mengupas tuntas relevansi perjalanan spiritual Nabi dengan etika berinternet. Acara ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimcam Kecamatan Cibugel, perwakilan Pemerintah Desa, personel Polsek dan Koramil Cibugel, serta tutor dan Warga Belajar PKBM Insan Desa.
Dalam tausiyahnya, Hj. Karmilah menekankan pentingnya internalisasi tiga pilar agama—Iman, Islam, dan Ihsan—sebagai filter dalam menghadapi derasnya arus informasi digital:
Iman sebagai Perisai Kebenaran: Hj. Karmilah mengingatkan bahwa seorang mukmin harus memiliki filter keimanan yang kuat. “Di tengah banjir informasi, Iman berfungsi memilah mana berita yang haq dan mana hoaks. Orang beriman tidak akan menyebar fitnah digital,” tegasnya.
Islam sebagai Disiplin Waktu: Beliau mengaitkan perintah shalat (hasil Isra Mi’raj) dengan manajemen waktu. Nilai keislaman mengajarkan disiplin agar aktivitas di dunia maya tidak melalaikan kewajiban ibadah dan produktivitas di dunia nyata.
Ihsan sebagai Pengawasan Melekat: Poin krusial yang disampaikan adalah konsep Ihsan (merasa diawasi Allah). “Dunia maya mungkin memberikan anonimitas, namun Ihsan mengajarkan bahwa Allah ‘Maha Online’ memantau niat dan ketikan jari kita. Inilah kunci mewujudkan lingkungan digital yang jujur dan bermartabat,” papar Hj. Karmilah.
Kegiatan berlangsung khidmat dan interaktif. Kehadiran lintas sektor, mulai dari unsur pendidikan hingga keamanan (TNI/Polri), menyimbolkan sinergitas kuat dalam membangun karakter masyarakat Cibugel yang cerdas secara intelektual maupun spiritual.
Lihat postingan ini di Instagram
Acara ditutup dengan doa bersama, membawa harapan agar momentum Rajab 1447 H ini menjadi titik balik bagi keluarga besar PKBM Insan Desa untuk lebih bijak dan berniat lurus dalam memanfaatkan teknologi.
(Tim Redaksi)

